Cara komunikasi orang tua akan memberikan dampak pada hubungan orangtua - anak dalam jangka panjang, Kalimat sederhana yang keluar dari mulut orangtua saat sedang frustasi dapat berdampak besar. "Kata - kata Bisa menyakitikan Dan Tidak Bisa Ditarik Ulang, Jadi Berhati - hatilah"
"Aku Tidak Peduli"
anak kecil senang bercerita tentang segala sesuatu. Tentang pembicaraan mereka dengan teman - temanya, bentuk awan yang mereka rasa mirip dengan ular laut, alasan mereka menekan seluruh isi pasta gigi ke dalam bak mandi . Tetapi terkadang orang tua tidak ingin mendengar mereka. Jangan pernah katakan Anda tifak peduli dengan cerita mereka. Itu akan membuat anak merasa tidak penting dan menghilangkan rasa percaya.
SARAN: Beritahu anak bahwa masalah itu bisa dibahas di lain waktu, ketika anda dapat fokus kepada pembicaraan sang anak. Tetapi jangan ingkari janji. Jangan lupa membahas.
"Kamu Kan Sudah Besar"
Putri Anda berusia 7 tahun tapi masih bertingkah selayaknya anak umur
3. Jangan pernah menyalahkan tingkahnya sembari mengatakan “Kamu kan
sudah besar!” Ini akan membuat anak-anak merasa dikritik padahal mereka
bisa saja sedang punya masalah dan butuh bantuan untuk
menyelesaikannya.
SARAN: “Ketika Anda hendak bereaksi, ambillah jeda waktu sebentar,” kata
Pincus. Pikirkan matang-matang dampak perkataan Anda, jadi bukan asal
reaksi spontan. Jeda membantu menurunkan adrenalin sehingga otak bisa
berpikir tanpa emosi.
"Minta Maaf!"
Anak Anda merebut mainan temannya dan membuatnya menangis. Anda
langsung memerintahkan sang anak untuk meminta maaf atas tindakannya.
Anda memang bermaksud mulia, tetapi memaksa anak untuk meminta maaf
tidak mengajari mereka kemampuan sosial, kata Bill Corbett, penulis
buku dan pendidik.
Anak kecil tidak dapat langsung mengerti kenapa mereka harus meminta maaf. Bila selalu disuruh, mereka bisa saja makin lambat memahami alasan meminta maaf bila telah melakukan tindakan buruk
Anak kecil tidak dapat langsung mengerti kenapa mereka harus meminta maaf. Bila selalu disuruh, mereka bisa saja makin lambat memahami alasan meminta maaf bila telah melakukan tindakan buruk
SARAN: Minta maaflah kepada anak kecil yang dibuat menangis oleh anak Anda,
sehingga pada saat bersamaan Anda memberi dia contoh bagus kelakuan
yang ingin ditanamkan.
"Masak Nggak Bisa Juga?"
Anda mengajari anak menangkap bola lima kali berturut-turut, dan dia
belum mahir juga. Atau, ketika belajar soal matematika, dia tak kunjug
paham. Anda pun langsung bertanya “Masak nggak bisa juga?” Komentar
ini akan menjatuhkan mental mereka.
Sebab, sebagaimana dikatakan pakar pembelajaran Jill Laurean, anak-anak akan menangkap pertanyaan itu dengan berbeda. Mereka akan mengira Anda bertanya “Kenapa nggak bisa juga? Apa yang salah dengan kamu sehingga nggak bisa?”
Sebab, sebagaimana dikatakan pakar pembelajaran Jill Laurean, anak-anak akan menangkap pertanyaan itu dengan berbeda. Mereka akan mengira Anda bertanya “Kenapa nggak bisa juga? Apa yang salah dengan kamu sehingga nggak bisa?”
SARAN: Ambil waktu istirahat. Jika Anda sudah tidak tahu cara lain mengajari
anak mengenai sesuatu, berhentilah. Lanjutkan pelajaran ketika Anda
sudah siap untuk mencobanya lagi, mungkin setelah mencari pendekatan
lain untuk mengajar apa pun yang sedang dipelajari anakmu.
"Ditinggal Ya!"
Anak Anda menolak meninggalkan toko mainan atau taman, sementara Anda
telat janjian. Jadi Anda memberikan ultimatum untuk menakut-nakuti dia:
"Ditinggal ya!" Untuk anak yang masih kecil, ketakutan ditinggalkan
orangtua adalah sesuatu yang sangat nyata. Tapi apa yang terjadi saat
ancaman tidak berhasil? Anak dengan cepat belajar kalau ayah atau ibu
memberikan ancaman kosong.
SARAN: Jangan bilang kepada anak bahwa Anda akan meninggalkan mereka.
Sebaiknya, bikin rencana perjalanan (dari toko mainan ke tempat
selanjutnya) sebelum berangkat dari rumah.
Diambil dari : http://forum.kompas.com/teras/81982-5-hal-yang-tidak-boleh-diucapkan-orangtua-kepada-anak.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar